Bima, 19 Juni 2025 — Semangat menanamkan nilai-nilai Qur’ani dan memperkuat pondasi keislaman generasi muda tergambar jelas dalam pelaksanaan Parade Tasmi’ Bil Ghoib Al-Qur’an dan Hadits Arbain Nawawi yang berlangsung meriah pada hari Kamis, 19 Juni 2025. Dengan mengangkat tema besar “Wujudkan Generasi Qur’ani, Bersama Membangun Negeri”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mencetak insan unggul yang berakar kuat pada ajaran Islam dan siap mengabdi untuk kemajuan bangsa.

Kegiatan ini diselenggarakan di empat arena berbeda, dengan arena utama berpusat di depan masjid madrasah. Santri-santri dari berbagai jenjang pendidikan tampil percaya diri dalam menyetorkan hafalan Al-Qur’an secara bil ghoib, serta Hadits dari kitab Arbain An-Nawawi yang sarat makna dan penuh nilai-nilai luhur.

Tidak hanya itu, para santri juga menampilkan nadhoman kitab Tajwid dan nadhoman Nahwu Shorof. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tapi juga menghidupkan kembali budaya keilmuan klasik Islam yang disampaikan dengan syair indah dan irama yang menyentuh hati. Suasana menjadi semakin semarak dan penuh khidmat kala lantunan hafalan dan nadhoman menggema dari setiap sudut arena.

Dalam sambutannya, H. Abdul Gani, S.Ag, selaku Kepala Madrasah, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap pelaksanaan parade tersebut. “Santri harus menjadi garda terdepan dalam membangun negeri. Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara spiritual,” ungkap beliau penuh semangat.

Beliau juga menekankan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an dan Hadits adalah fondasi utama dalam membangun karakter generasi masa depan. “Negeri ini butuh generasi Qur’ani, generasi yang memiliki akhlak, ilmu, dan semangat pengabdian. Dan hari ini, kita telah menyaksikan benih-benih harapan itu tumbuh di tengah kita,” tambahnya.

Parade ini bukan hanya ajang evaluasi hafalan, tapi juga merupakan bentuk syiar Islam, memupuk semangat ukhuwah, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu agama. Para tamu undangan, orang tua, dan masyarakat sekitar tampak hadir dengan antusias menyaksikan penampilan para santri yang penuh semangat dan keberanian.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, harapan besar tertanam dalam hati semua pihak: semoga dari madrasah ini lahir generasi yang kelak menjadi pemimpin bangsa, membangun negeri dengan cahaya Al-Qur’an dan hikmah dari hadits Nabi. Karena membangun negeri tidak cukup hanya dengan kecerdasan, tapi harus dengan nilai-nilai ilahiyah yang tertanam kuat sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *